Kertosono – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Pelem kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat tradisi dan spiritualitas warga nahdliyin. Pada Kamis malam, 26 Februari 2026, tepatnya setelah pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah, Pengurus Ranting NU Pelem menggelar kegiatan Ziarah Muassis (Pendiri NU) ke tanah kelahiran para pendiri NU di Jombang. Kegiatan ini bukan sekadar ritual ziarah kubur, melainkan upaya mendalam untuk tabarruk (mengambil berkah) dan meneladani perjuangan para Kiai pendiri NU. Rombongan ziarah ini berangkat dari Sekretariat Ranting NU Pelem yang berlokasi di Jl. Kusumabangsa, sebelah timur Taman Air Mancur Kertosono (sekitar 400 meter). Keberangkatan dimulai pukul 21.00 WIB dengan membawa semangat keikhlasan. Total terdapat 18 orang yang bergabung dalam rombongan ini. Komposisinya sangat beragam, mencerminkan soliditas organisasi di tingkat ranting. Peserta meliputi jajaran Pengurus Syuriah, Tanfidziyah, anggota PAC Ansor, serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang aktif mendukung agenda ranting..
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari elemen masyarakat dan pemerintahan setempat. Kepala Desa Pelem dan Pak Modin turut serta dalam rombongan. Keistimewaan lainnya, kegiatan ini dihadiri oleh seorang anggota Banser dari Desa Kudu yang turut berpartisipasi, menunjukkan bahwa silaturahmi NU tidak terbatas oleh batas wilayah administratif desa. Rombongan tiba di lokasi pertama, Makam KH. Bisri Syamsuri di Denanyar, Jombang pada pukul 21.40 WIB. Di sana, rombongan mengirimkan doa melalui bacaan tahlil dan kalimah thoyibah. Usai ritual ziarah, rombongan sempat sowan (bertamu) kepada dzuriyah (keturunan) KH. Bisri Syamsuri, yaitu Gus Salam. Sowan ini didampingi oleh salah satu pengurus Syuriah Ranting NU Pelem yang kebetulan berdomisili di lingkungan Pondok Denanyar, sehingga suasana terasa lebih akrab dan kekeluargaan.

Sekitar pukul 22.45 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua, yaitu Makam KH. Wahab Hasbullah di Tambak Beras. Pembacaan tawasul, tahlil, dan doa kembali dilantunkan dengan khidmat di makam pendiri NU tersebut. Perjalanan dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Tebuireng. Di tengah perjalanan, cuaca sempat berubah dan hujan turun. Namun, tepat sesaat sebelum sampai di lokasi, hujan reda. Alhamdulillah, jalan raya di area Tebuireng tampak kering karena wilayah tersebut belum terdampak hujan.

Rombongan tiba di lokasi ketiga, kompleks makam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada pukul 23.50 WIB. Karena waktu sudah larut malam (melewati tengah malam), suasana makam terlihat cukup lengang. Selain rombongan Ranting NU Pelem yang tampak berziarah saat itu tampak beberapa rombongan peziarah lain yang datang. Usai menunaikan ziarah di ketiga lokasi utama, rasa kantuk mulai menyerang. Rombongan memutuskan untuk beristirahat sejenak mencari hangatnya secangkir kopi di area Tebuireng. Cemilan gorengan yang mulai dingin disantap sambil menikmati suasana malam. Di sinilah suasana kekeluargaan benar-benar terasa. Guyonan, candaan, dan obrolan santai antar personal rombongan mencairkan kelelahan, menciptakan suasana rileks namun tetap dalam koridor adab. Ketika rombongan bersiap kembali ke Kertosono, muncul inisiatif spontan untuk melanjutkan ziarah ke makam KH. Asy’ari (Buyut dari KH. Abdurrahman Wahid) yang berlokasi di Keras, Diwek. Makam ini tidak jauh dari Tebuireng.

Rombongan tiba di lokasi ziarah keempat ini pada pukul 01.17 WIB dinihari. Suasana juga terlihat lengang, meski tampak ada rombongan lain yang sedang beristirahat di musholla terdekat. Sebagaimana tempat sebelumnya, rombongan melakukan tawasul, tahlil, dan doa. Perjalanan pulang menuju Kertosono ditempuh dengan lancar. Rombongan tiba di Kertosono saat waktu sahur tiba, sekitar pukul 02.20 WIB. Momen ini dimanfaatkan untuk sahur bersama di sebuah warung nasi pecel yang baru mulai membuka lapaknya. Suasana guyonan dan candaan tetap hangat sambil menunggu hidangan sahur disiapkan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian perjalanan tidak menemui halangan yang berarti, dan seluruh peserta pulang ke rumah masing-masing dengan selamat. Kegiatan ziarah ini merupakan kelanjutan dari semangat ziarah yang telah dibangun sebelumnya. Beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadan, Ranting NU Pelem telah lebih dulu mengawali dengan ziarah Muassis dan Muharrik di Desa Pelem, Kertosono. Melihat antusiasme dan kekhusyukan dalam kegiatan ini, Pengurus Ranting NU Pelem berencana menjadikan Ziarah Muassis ke Jombang ini sebagai program kerja tahunan. Diharapkan, agenda ini dapat terus memperkuat ikatan spiritual warga NU Pelem kepada para pendirinya, serta mempererat ukhuwah islamiyah antar pengurus dan anggota di setiap tingkatan.

