Istighotsah di Pendopo Kecamatan Kertosono Dihadiri Forpimcam, MWC NU, dan Perwakilan Ormas Islam

KERTOSONO – Istighotsah digelar di Pendopo Kecamatan Kertosono pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Pelem turut hadir dalam kegiatan ini sebagai undangan.
Acara ini dihadiri oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Kertosono, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kertosono beserta lembaga dan badan otonom (Banom), serta perwakilan dari Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Selain itu, Ranting NU Pelem juga hadir memenuhi undangan panitia dengan Ranting NU dari desa lain yang turut serta hadir dalam kegiatan ini. Bagi kami di Ranting NU Pelem, undangan ini menjadi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan tingkat kecamatan bersama pengurus MWC, lembaga, dan Banom. Dalam struktur NU, MWC merupakan kepengurusan di tingkat kecamatan, sedangkan Ranting berada di tingkat desa atau kelurahan. Kehadiran Ranting NU Pelem menjadi bentuk dukungan ranting terhadap kegiatan yang diselenggarakan MWC NU Kertosono.

Kehadiran Forpimcam, pengurus MWC NU, serta perwakilan Muhammadiyah dan LDII menunjukkan bahwa kegiatan ini diikuti berbagai unsur di tingkat kecamatan, tidak hanya warga NU. Forpimcam sendiri merupakan forum yang umumnya terdiri atas unsur pemerintahan kecamatan, kepolisian, dan TNI. Istighotsah berasal dari bahasa Arab yang berarti memohon pertolongan. Dalam tradisi masyarakat NU, istighotsah dikenal sebagai doa bersama yang diisi dengan zikir dan bacaan doa untuk memohon pertolongan serta keselamatan kepada Allah SWT. Kegiatan ini lazim dilakukan secara berjamaah dan dihadiri banyak pihak.
Istighotsah yang berlangsung pada malam hari ini mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan Islam, pengurus NU, dan Ranting NU Pelem dalam satu majelis doa di Pendopo Kecamatan Kertosono. [Tambahkan kesan atau harapan dari pengurus Ranting NU Pelem, jika ada.]
Laporan: Tim Media Ranting NU Pelem



