Minggu, 1 November 2026
Berita

Malam Puncak HSN 2026 di Kertosono Dihadiri Pengurus MWC NU dan Ranting, Ranting NU Pelem Turut Berpartisipasi

KERTOSONO – Malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 digelar di Kertosono pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, bertempat di kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kertosono / depan Masjid Ar-Roudhoh, Kepuh, Kertosono. Ranting NU Pelem turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Acara dihadiri oleh pengurus MWC NU Kertosono, baik Syuriyah maupun Tanfidziyah, ketua lembaga dan badan otonom (Banom), serta pengurus ranting.

Bagi kami di Ranting NU Pelem, malam puncak ini menjadi kesempatan hadir bersama pengurus MWC, lembaga, Banom, dan ranting-ranting lain dalam satu majelis. Dalam struktur NU, MWC merupakan kepengurusan di tingkat kecamatan, sedangkan Ranting berada di tingkat desa atau kelurahan. Syuriyah adalah jajaran pengurus yang berfungsi sebagai pembina dan pengarah organisasi, sedangkan Tanfidziyah adalah pelaksana harian organisasi.

Sebelumnya, Ranting NU Pelem juga terlibat dalam rangkaian peringatan HSN di Kertosono. Pada pawai ta’aruf, Ahad (18/10/2026), M. Sayid Hasim bertugas sebagai pembawa acara di garis finish. Ranting NU Pelem juga hadir sebagai undangan pada istighotsah di Pendopo Kecamatan Kertosono, Rabu (21/10/2026). Pada upacara bendera, Kamis (22/10/2026), Sayid Hasim menjadi penanggung jawab kegiatan, dan ranting turut membantu memasang atribut HSN serta menyiapkan acara di kantor kecamatan.

Hari Santri ditetapkan pada 22 Oktober melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Tanggal ini merujuk pada Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Peringatan HSN di berbagai daerah umumnya diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan kebangsaan, dan malam puncak menjadi salah satu acara intinya.

Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) Ustaz Nuril. Rangkaian selanjutnya sebagai berikut:

  1. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Habiburrahman.
  2. Tahlil dipimpin oleh Kiai Mahrus.
  3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, dan Mars Hari Santri oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat.
  4. Sambutan Ketua MWC NU Kertosono sekaligus Ketua Panitia HSN 2026, Ali Imron.
  5. Pengarahan tentang musting oleh Bapak Siswanto.
  6. Mauizhah hasanah dan doa oleh Kiai Hasan Bisri.

Pembacaan Al-Qur’an dan tahlil menjadi bagian lazim dalam kegiatan keagamaan di lingkungan NU. Lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, dan Mars Hari Santri dinyanyikan sebagai ungkapan cinta tanah air dan semangat kesantrian. Ya Lal Wathan sendiri dikenal luas di kalangan NU sebagai lagu perjuangan yang digubah KH Abdul Wahab Chasbullah. Adapun mauizhah hasanah berarti nasihat yang baik, yang umumnya disampaikan ulama atau kiai sebelum doa penutup.

Laporan: Tim Media Ranting NU Pelem

Tinggalkan Tanggapan

Komentar Anda menunggu moderasi.