Kamis, 15 Oktober 2026
Agenda Bulanan

Pengajian Rutin Rabu Malam di Musholla Al Khodijah Peringati HSN 2026, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

KERTOSONO – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pelem menggelar pengajian rutin sekaligus memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Rabu malam (malam Kamis), 14 Oktober 2026 / 4 Jumadil Awal 1448 H. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Pengurus Musholla Al Khodijah di rumah almarhum Bp. Muanam, pengurus takmir musholla tersebut, di Jl. Gadung, Desa Pelem.

Sekitar 100 orang hadir dalam kegiatan ini. Mereka terdiri atas pengurus ranting dari unsur Syuriyah dan Tanfidziah, pengurus lembaga dan badan otonom (banom) ranting, yakni UPZiS, Muslimat, Fatayat, Ansor/Banser, IPNU, dan IPPNU, serta jamaah pengajian rutin ranting dan jamaah Musholla Al Khodijah. Hingga acara usai, jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan acara berlangsung lancar.

 

Peringatan HSN 2026 sengaja dipadukan dengan pengajian rutin agar warga dapat berkumpul dalam satu forum. Dengan format ini, jamaah ranting dan jamaah musholla bertemu dalam satu majelis, sehingga pengajian menjadi ajang silaturahim antara PRNU Pelem dan masyarakat. Kerja sama dengan pengurus musholla di wilayah ranting, khususnya Musholla Al Khodijah, ditempuh untuk memperkuat hubungan tersebut.

 

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Kyai Bisri Musthofa dari Kutorejo. Dalam tausiyahnya, beliau mengawali dengan mengingatkan bahwa setiap orang tentu ingin masuk surga. Dari titik itu, beliau menguraikan tiga amalan yang dapat mendekatkan seseorang pada surga dan menjauhkannya dari neraka:

  1. Segera beristighfar apabila melakukan perbuatan buruk, sebagai bentuk kesadaran untuk kembali kepada Allah.
  2. Membaca kalimat lailahaillallah, kalimat tauhid yang menjadi dasar keimanan.
  3. Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketiga amalan ini sederhana dan dapat dilakukan siapa saja dalam keseharian, sehingga mudah dibawa pulang oleh jamaah sebagai bekal. Selama tausiyah, jamaah tampak khidmat menyimak dan bertahan hingga acara selesai.

Selain pengajian, rangkaian acara diisi dengan penyerahan santunan kepada tiga anak yatim dan tiga paket sembako untuk dhuafa. Dana santunan bersumber dari para donatur dan dikelola oleh UPZiS Ranting NU Pelem. Dengan adanya santunan ini, pengajian tidak hanya menghadirkan nasihat keagamaan, tetapi juga mewujudkan kepedulian nyata kepada warga di sekitar lokasi kegiatan.

 

Kehadiran Syuriyah, Tanfidziah, dan seluruh banom dalam satu forum menunjukkan bahwa pengajian rutin ini menjadi titik temu berbagai unsur kepengurusan PRNU Pelem. Kebersamaan itu kemudian meluas hingga tingkat warga melalui keikutsertaan jamaah pengajian ranting dan jamaah musholla. Pelaksanaan di rumah takmir Musholla Al Khodijah juga memperlihatkan eratnya hubungan antara ranting dan pengurus musholla setempat.

Ke depan, pengajian rutin ranting diharapkan terus berlangsung dengan dukungan jamaah dan seluruh unsur kepengurusan, sehingga silaturahim dan kepedulian sosial di Desa Pelem tetap terjaga.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar Anda menunggu moderasi.