Berita
Antusiasme Warga Meningkat, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pelem dan Karang Taruna Gelar Donor Darah

KERTOSONO — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pelem Kertosono bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Pelem menggelar kegiatan sosial donor darah pada Minggu, 11 Oktober 2026, yang bertepatan dengan 29 Robiul Akhir 1448 H. Bertempat di Balai Desa Pelem Kertosono, Jalan Gotong Royong No. 5, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu para pasien yang membutuhkan pasokan darah di berbagai fasilitas kesehatan.
Kegiatan ini mencatatkan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat. Sejumlah 29 pendonor yang berasal dari beberapa dusun hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran warga pada hari ini terpantau lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan donor darah yang diadakan sebelumnya.
Pelaksanaan donor darah ini difasilitasi langsung oleh petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk. Setiap calon pendonor wajib melewati pengecekan awal, khususnya pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). PMI Nganjuk menetapkan standar batas minimal Hb di angka 12,5 untuk perempuan dan 13 untuk laki-laki demi keselamatan pendonor dan kualitas darah. Penerapan standar medis yang ketat ini membuat beberapa warga tidak dapat melanjutkan ke proses pengambilan darah. Kaur Keuangan Desa Pelem yang turut hadir tidak jadi melakukan donor darah karena kadar hemoglobinnya berada di bawah 12,5. Selain itu, ada pula warga lansia yang baru beberapa bulan lalu mendonorkan darahnya, namun dilarang melanjutkan dan disarankan untuk kembali lagi setelah jeda waktu 6 bulan dari donor terakhirnya.
Meskipun pada akhirnya ada warga yang belum memenuhi standar pengecekan awal medis, kehadiran mereka—termasuk beberapa ketua Rukun Tetangga (RT) yang turut mendampingi—telah membuktikan tingginya niat baik dan kepedulian sosial masyarakat Desa Pelem. Antusiasme untuk datang ke lokasi donor darah ini menjadi indikator keberhasilan kolaborasi antara PRNU Pelem dan Karang Taruna dalam menumbuhkan kesadaran berbagi di tengah masyarakat.



