PRNU Pelem Hadiri Undangan Keluarga Almarhum Bapak Abdul Syukur Junaidi Dalam Kegiatan Khotmil Qur’an

KERTOSONO – Sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas antarwarga Nahdliyin, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pelem, Kecamatan Kertosono, menggelar kegiatan pembacaan Khotmil Qur’an dan Tahlil. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di kediaman keluarga almarhum Bapak Abdul Syukur Junaidi pada Selasa (13/10/2026) atau bertepatan dengan 2 Jumadil Awal 1448 H. Bertempat di kawasan sekitar eks-terminal Kertosono, Desa Pelem, majelis doa ini digelar guna memenuhi undangan dari istri almarhum, Ibu Rofiatun. Kepergian almarhum, yang akrab disapa Bapak Syukur, tentu meninggalkan rasa duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar NU Kertosono. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok tokoh yang berdedikasi tinggi terhadap jam’iyah. Beliau terakhir kali mengemban amanah sebagai jajaran Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kertosono. Kiprah dan pengabdiannya dalam menghidupkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah Kertosono menjadi rekam jejak kebaikan yang akan terus dikenang.
Rangkaian acara Khotmil Qur’an yang dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil ini bukan sekadar rutinitas ibadah semata, melainkan tradisi spiritual yang sangat mengakar di kalangan warga NU. Melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan kalimat thoyyibah, para pengurus dan jamaah yang hadir bersama-sama melangitkan doa. Fadhilah bacaan tersebut secara khusus dihadiahkan kepada almarhum agar senantiasa diberikan tempat paling mulia di sisi Allah SWT, serta diampuni segala kekhilafannya.
Kegiatan majelis ini terasa semakin bermakna dengan hadirnya langsung jajaran Syuriyah Ranting NU Pelem, di antaranya Bapak H. Roichuddin dan H. Achwan Syamsuri. Kehadiran jajaran Syuriyah beserta segenap pengurus ranting dan jamaah menjadi bukti kuatnya ukhuwah warga NU Pelem. Berkumpulnya para jamaah ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana kirim doa, tetapi juga mampu menjadi penguat batin (dukungan moril) yang dapat meringankan kesedihan keluarga yang ditinggalkan.
Lebih dari itu, terselenggaranya majelis Khotmil Qur’an ini juga menjadi bentuk respons awal dan langkah proaktif PRNU Pelem atas harapan keluarga yang sebelumnya memohon pendampingan. Langkah ini menegaskan komitmen PRNU Pelem untuk selalu hadir di tengah-tengah warganya. Terkait detail kelanjutan pendampingan atau bentuk dukungan lain dari pengurus ranting, informasinya akan disampaikan lebih lanjut melalui kanal resmi organisasi.



