Semarak Peringatan Hari Santri Nasional 2026: Ranting NU Pelem Tampilkan Solidaritas dan Peran Aktif dalam Rangkaian Agenda MWC NU Kertosono

KERTOSONO — Rangkaian perhelatan akbar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kertosono sukses digelar dengan khidmat, meriah, serta penuh makna kebersamaan. Di tengah momentum bersejarah ini, Pengurus Ranting NU Pelem menunjukkan dedikasi dan partisipasi aktifnya dengan terlibat langsung dalam setiap lini rangkaian kegiatan—mulai dari persiapan teknis di lapangan, bakti kelembagaan, pelaksanaan upacara bersama lintas elemen masyarakat dan ormas, hingga pementasan malam puncak peringatan.
Kesuksesan acara besar tentu tidak lepas dari kerja keras di balik layar. Jauh sebelum hari puncak pelaksanaan, solidaritas Pengurus Ranting NU Pelem telah terlihat nyata melalui keterlibatan aktif dalam Tim Urusan Undangan dan Upacara (UU). Berdasarkan instruksi dan koordinasi bersama panitia pelaksana MWC NU Kertosono, berbagai persiapan teknis digarap secara maraton demi kelancaran acara.

Agenda persiapan ini mulai bergulir intensif menjelang akhir Oktober 2026. Di bawah komando panitia, tim bahu-membahu melaksanakan serangkaian tugas penting di antaranya pemasangan papan nama peserta upacara, pemasangan banner hiasan bernuansa HSN di berbagai titik strategis, serta pengambilan pataka dan bendera lambang kebesaran di Kantor MWC NU Kertosono. Tidak hanya itu, energi para kader ranting juga dicurahkan untuk penataan fasilitas pendukung seperti pengaturan kursi tamu VIP serta penyusunan podium di Pendopo Kecamatan Kertosono, hingga pemasangan podium kecil di lapangan utama guna memastikan kelancaran barisan peserta upacara. Di sela-sela peluh kerja bakti tersebut, gelak tawa dan tradisi “ngopi bersama” menjadi simbol eratnya kebersamaan antar pengurus dan kader.
Sebagai bentuk ikhtiar batin memohon keberkahan dan keselamatan bangsa, rangkaian kegiatan menyambut HSN 2026 dibuka dengan agenda sakral berupa pembacaan istighosah bersama. Acara yang sarat dengan kekhusyukan ini dipusatkan di Pendopo Kecamatan Kertosono pada malam hari.

Para pengurus ranting, tokoh agama, dan jemaah tampak khusyuk melantunkan doa-doa keselamatan. Suasana keakraban semakin kental terasa tatkala kegiatan tersebut diwarnai dengan tradisi morak tumpeng—sebuah wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan peran historis para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Puncak semangat kebangsaan berkobar terang pada pagi hari tanggal 22 Oktober 2026. Lapangan Pendopo Kecamatan Kertosono dipadati oleh peserta upacara dari berbagai kalangan.

Pengurus Ranting NU Pelem hadir dengan formasi membaur berbaris rapi bersama perwakilan ranting-ranting NU se-Kecamatan Kertosono. Menariknya, upacara peringatan tahun ini semakin mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan umat beragama yang kuat di wilayah Kertosono. Kehadiran berbagai elemen ormas lain, termasuk kader-kader dari Muhammadiyah dan LDII, turut melebur dalam barisan peserta upacara. Kehadiran lintas ormas ini memberikan pesan kuat bahwa semangat merawat jagad dan membangun peradaban adalah milik seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.
Rangkaian panjang peringatan Hari Santri Nasional 2026 ditutup dengan perhelatan malam puncak yang diselenggarakan pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. Sebelumnya, pada tanggal 26 Oktober, Ranting NU Pelem kembali mengambil bagian dalam kerja bakti tahap akhir untuk mematangkan persiapan di Kantor MWC NU Kertosono.
Puncak acara yang dilangsungkan di halaman Kantor MWC NU Kertosono tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus lengkap Ranting NU Pelem—meliputi unsur Syuriah, Tanfidziyah, hingga Sekretaris. Acara inti malam puncak diisi dengan agenda penting berupa Sosialisasi MUSTING (Musyawarah Ranting) guna memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput. Kemeriahan dan kesejukan malam itu semakin sempurna berkat kehadiran Kiai Hasan Bisri yang menyampaikan mauidhoh hasanah dan pengajian umum dalam rangka tasyakuran HSN.
Melalui rangkaian partisipasi yang panjang dan penuh dedikasi ini, Pengurus Ranting NU Pelem berharap semangat juang para santri terdahulu dapat terus dihidupkan dalam bentuk karya nyata, pengabdian sosial, serta kontribusi aktif dalam membangun harmoni di tengah masyarakat Kertosono.
Tim Redaksi rantingnupelem.or.id



